KONTROVERSI HADITS RASULULLAH TENTANG LALAT YANG MASUK KE DALAM MAKANAN

Posted: November 30, 2011 in Science of Hadith

 Lalat adalah jenis serangga yang berasal dari subordo Cyclorraphaordo Diptera. Secara morfologi lalat dibedakan dari nyamuk. Lalat juga menyebarkan berbagai penyakit mulai Kholera, Diare, Desentry, Thypus, TBC, dansebagainya. Hal ini disebabkan lalat adalah media berbagai kuman penyakit (carier patogen) mulai bakteri patogen bahkan virus penyebab berbagai penyakit, yang menempel di badannya. Pelajaran ini pun pernah kita terima ketika masih di SD yaitu di pelajaran IPA khususnya Ilmu Pengetahuan Hayat (biologi). Menurut rasional yang ilmiah bahkan anak SD kelas VI pun pasti tahu, bahwa lalat adalah binatang kotor, yang makanannya adalah bangkai, kotoran manusia dan hewan, sampah dan sebagainya.

 

Namun, semua tercengang ketika Rasulullah SAW mengabarkan dalam Hadits Shahi bahwa minuman yang terkena lalat, diperintahkan Rasulullah SAW untuk mencelupkan tubuh lalat semuanya. Hal ini berdasarkan Hadits Rasulullah berikut ini:

 

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Hanbal] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin AlMufadldlal] dari [Ibnu ‘Ajlan] dari [Sa’id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] ia berkata, “Rasulullahshallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Jika ada lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang dari kalian maka celupkanlah lalat tersebut, karena sesungguhnya di dalam salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat. Sesungguhnya lalat tersebut melindungi diri dengan sayap yang padanya terdapat penyakit, maka celupkanlah semuannya!”

 

Riwayat Lain:

 

Telah bercerita kepada kami [Khalid bin Makhlad] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] berkata; telah bercerita kepadaku [Utbah bin Muslim] berkata; telah mengabarkan kepadaku[Ubaid bin Hunain] berkata; saya mendengar [Abu Hurairah radliallahu ‘anhu] berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan kemudian angkatlah, karena pada satu sayapnya penyakit dan sayap lainnya terdapat obatnya.” Shohih bukhori No. 5336

 Lalat, antara Penyakit dan Kesehatan

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ja’far] dari[‘Utbah bin Muslim] mantan budak Bani Taim dari [‘Ubaid bin Hunain] mantan budak Bani Zuraiqdari [Abu Hurairah] Radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:”Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya ia mencelupkan ke dalam minuman tersebut, kemudian membuangnya, karena pada salah satu sayapnya terdapatpenyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya.”

 

 

Jika ada seekor lalat jatuh di tempat minum salah seorang diantara kalian, maka celupkanlahseluruh tubuhnya.Kemudian buanglah.Sebab salah satu sayapnya mengandung penyakit sementarasayap yang lain mengandung obatnya

[HR.Malik, Abu Hurairah]

 

Hadist ini ada didalam kitab Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah wa Syai’un min Fiqiha wa Fawa’idiha  halaman 74, yang ditulis dan diteliti keshahihannya oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, seorang muhaddist (ahli hadist) abad 20. Kitab ini baru ada jilid pertama dan sudah ada dalam bentuk terjemah bahasa Indonesia terbitan Qisthi Press. Tentang hadist diatas, kelihatannya hadits tersebut meragukan, tidak ilmiah dan tersangkal (Dr.Maurice Bucaille juga termasuk yang menyangkalnya). Sungguh tidak “masuk akal” hadist di atas. Wajar saja bila Dr. Maurice Bucaille yang merupakan seorang dokter ahli bedah asal Perancis yang sudah masuk Islam-pun menyangsikan hadits tersebut. Secara rasional dan logika, mungkin hal ini benar dan hadist di atas“ngawur”

 

Tapi kalau anda sempat/pernah membaca di koran Republika, terbitan hari Sabtu tanggal 1 Mei 2004 yang lalu, mungkin pendapat anda akan berubah. Koran tersebut menurunkan sebuah tulisan, dengan judul:

 

Lalat Antara Penyakit dan Obat

Pada bagian tulisan tersebut dalam kolom/insert penulis kutip sebagai berikut. Bahwa studi yang dilakukan oleh Universitas Colorado di Amerika menunjukkan bahwa lalat tidak hanya berperan sebagai karier patogen (penyebab penyakit) saja, tetapi juga membawa mikrobiota yang dapat bermanfaat.Mikrobiota di dalam tubuh lalat ini berupa sel berbentuk longitudinal yang hidup sebagai parasit di daerah abdomen (perut) mereka. Untuk melengkapi siklus hidup mereka, sel ini berpindah ke tubulus-tubulus respiratori dari lalat. Jika lalat dicelupkan ke dalam cairan, maka sel-sel tadi akan keluar dari tubulus ke cairan tersebut.Mikrobiota ini adalah suatu bakteriofag yang tak lain adalah virus yang menyerang virus lain serta bakteri. Virus ini dapat dibiakkan untuk menyerang organisme lain.

 

Bakteriofag sendiri saat ini sedang dikembangkan sebagai terapi (pengobatan) bakteri terbaru.Penelitian ini dilakukan seiring dengan meningkatnya spesies bakteri yang semakin resisten (kebal)dengan obat-obatan antibiotik yang tersedia. Mikrobiota yang terkandung di lalat ternyata juga mengeluarkan suatu metabolit aromatik yang menekan siklus hidup plasmodium sebagai pathogen yang terkandung di beberapa jenis lalat. Penelitian paling mutakhir dilakukan oleh perusahaan farmasi Glaxo Smith-Kline yang tengah mensponsori penelitian Dr. Joanna Clarke dari Universitas Maquarie. Pada mulanya penelitian menunjukkan bahwa pada satu sayap pada bakterinya, sedangkan sayap yang lain ada proteinnya.Kemudian Clarke dalam penelitian selanjutnya berusaha membuktikan bahwa lalat mempunyai kemampuan untuk menghasilkan antibiotik.Sejauh ini penelitian itu telah menemukan bahwa empat spesies yang ia teliti (termasuk lalat rumah)memproduksi berbagai bentuk antibiotik pada berbagai bentuk antibiotik pada berbagai stadiumdari siklus hidupnya. Penelitian tersebut dipublikasikan tahun 2002, namun sampai sekarang belum diketahui kelanjutannya, kata spesialis penyakit dalam Dr. Rawan Broto, SpPD. Walaupun dalam prakteknya akan sulit bagi kita untuk mencelupkan keseluruhan badan lalat kedalam makanan, paling tidak kebenaran hadist ini akhirnya terbukti setelah sekian lama mengundang kontroversi di kalangan para ilmuwan.

 

Wallahu’alam bishshowab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s