Kecepatan Cahaya: Antara Runtuhnya Teori Einstein dan Hadist Rasulullah SAW tentang Kecepatan yang lebih cepat dari cahaya

Posted: November 30, 2011 in Science of Hadith

 

Dan Tidaklah Kamu diberi pengetahuan, melainkan dengan sedikit…………(QS. 17:85)

Einstein yang menemukan dalil tidak ada kecepatan yang tercepat selain cahaya

Era moden dan scientic membuat manusia bisa berlari dari agama, tak terkecuali Muslim itu sendiri. Belum lama terjadi perpedaan pendapat antara ilmuan tentang Kecepatan yang tercepat. Mayoritas masyarakat dunia mengakui dan mempercayai dalil Einstein tentang Kecepatan Cahaya adalah yang tercepat, tidak ada yang melebihi kecepatan cahaya. Dan dalil itupun diyakini oleh banyak orang termasuk beberapa orang yang mengaku “muslim intelek” yang berpikiran kritis.

Tetapi bila kita sampaikan kepada mereka bahwa kuasa Allah lebih besar dari pikiran manusia dan ada yang melebihi kecepatan cahaya kepada “orang intelek” mereka akan mentertawakan kita, alasannya menurut Dalil Einstein tidak ada yang melebihi kecepatan cahaya. Tapi Einstein tetaplah manusia, yang pengetahuannya memang sedikit diberikan sebagai manusia yang mempunyai kadar keterbatasan dalam berfikir.

Kecepatan Cahaya, yang diklaim Einstein paling tercepat

Padahal lebih dari 1400 tahun yang lalu Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa ADA KECEPATAN yang jauh melebihi dari kecepatan cahaya,

Dalam Shahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 227: yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,

Rasul Allah SAW menjelaskan:

: ثم أتيت بدابة دون البغل وفوق الحمار أبيض

يضع خطوه عند أقصى طرفه فحملت عليه

“Kemudian sesuatu yang melata berwarna putih lebih kecil dari bagal lebih besar dari keledai dibawakan kepadaku, (dalam hadits itu Rasulullah SAW tidak menyebutkan nama daabah itu) SATU LANGKAHNYA MENCAPAI PANDANGAN TERJAUHNYA… Aku dibawa diatasnya.”

Perhatikan kata-kata “langkahnya mencapai pandangan terjauhnya……”
Objek terjauh yang dapat dilihat mata manusia tanpa bantuan alat (lihat kelangit) adalah Andromeda Galaxy (M31), yang berjarak 2.25 juta (2,250,000) tahun cahaya dari bumi.

Adromeda Galaxy

http://www.uitti.net/stephen/astro/essays/farthest_naked_eye_object.shtml

maka jarak sejauh itu dicapainya dalam satu langkah saja alias kurang dari satu detik, bagaimana bila daya memandang daabah itu labih jauh dari manusia….?

Subhanallah itu kecepatan yang jauh melebihi kecepatan cahaya, hingga perjalanan pp antar universe/ antar dimensi yang jaraknya entah berapa zillion tahun cahaya hanya ditempuh dalam waktu semalam.

Bandingkanlah: benda angkasa terjauh yang diketahui manusia 10 billion tahun cahaya, itupun baru langit dunia, belum mencapai langit ke tujuh.

Bahkan oleh CERN (The European Organization for Nuclear Research) telah diumumkan bahwa mereka telah mengukur partikel yang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Lebih jelasnya buka link di bawah ini:

http://www.cbsnews.com/stories/2011/09/22/ap/tech/main20110301.shtml

Pengumuman ini menggemparkan dunia Iptek, karena itu akan merontokkan Theory Einstein yang mendalilkan tidak ada yang bisa melebihi kecepatan cahaya, kecepatan cahaya adalah konstan, tidak berubah sejak kira-kira 100 tahun yang lalu.

Dalil tersebut bisa dibaca di link berikut:

http://www.nytimes.com/2011/09/30/opinion/30iht-eddas30.html?_r=1

http://news.discovery.com/space/faster-speed-of-light-110922.html

http://physics.about.com/od/relativisticmechanics/a/relativity_2.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Special_relativity

Jika benar akurat, penemuan itu akan melemahkan teori relativitas Albert Enistein, yang mengatakan kecepatan cahaya adalah ‘konstanta kosmik’ dan tidak ada satu zat pun di alam raya yang bergerak cepat seperti cahaya.

Pernyataan itu telah bertahan lebih dari satu abad. Melalui teori itu, selanjutnya menjadi model standar ilmu fisika, digunakan untuk menggambarkan alam semesta beserta segala isinya.

Para peneliti sama sekali tidak menduga proyek bernama OPERA mampu mematahkan teori si jenius. Sebanyak 15.000 neutrino dilontarkan selama tiga tahun dari CERN menuju Gran Sasso 730 (500 mil) km, di mana mereka dijemput oleh detektor raksasa.

Hasilnya, cahaya mampu menempuh jarak sekitar 2,4 perseribu detik, tetapi waktu neurtino mampu mencapai 60 nanodetik atau 60 miliar detik. “Ini adalah perbedaan kecil. Tetapi secara konseptual itu sangat penting. Temuan ini sangat mengejutkan,” kata Ereditato, yang juga bekerja di Universitas Bern di Swiss, Ereditato menolak untuk berspekulasi mengenai apa yang mungkin terjadi apabila temuan ini secara resmi diberitahu dalam penemuan di CERN, Jumat mendatang. “Saya hanya tidak ingin memikirkan implikasi. Kami adalah ilmuwan dan bekerja dengan apa yang kita tahu,” pungkasnya.

Bottom linenya dalil dari seorang genius yang telah diyakini oleh para ilmuwan selama 100 tahun telah diambang keruntuhan, maka kita ambil hikmahnya, bahwa manusia itu terbatas pengetahuannya, jangan mengagung-agungkan daya pikir manusia. Hanya Allah lah Yang Memiliki segala Ilmu..

Wallahu’alam bishshawab

Iklan
Komentar
  1. nice posting gan … selamat dan sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s