Dilarang Minum Berdiri, Etika atau Kesehatan???

Posted: November 30, 2011 in Science of Hadith

Izinkan Muslim yang mau bagi cerita nih

 

Suatu hari, saya pernah ditegur oleh Murabbi karena minum sambil berdiri. Alasan Murabbi menasehati dan melarang saya minum berdiri bagi saya waktu itu Cuma alasan adat atau etika yang kurang memenuhi kesopanan, seperti layaknya sang kuda yang minum sambil berdiri pikir saya dalam hati. Karena belum mendapatkan hukumnya saya pun masih membandel yang kadang-kadang masih minum sambil berdiri.

 

Minum Berdiri????

 

Akhirnya saya kembali di tegur oleh sang Murabbi, kali ini dia membawakan dalil dan dasar mengapa hal tersebut dilarang. Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Saya yang memang agak aneh waktu itu tidak langsung percaya, saya tanyakan dengan sang Murabbi saya Sanad atau Matan Haditnya karena gak semua Hadith itu berasal dari Nabi, bisa saja dibawakan oleh orang-orang yang tidak dikenal. Lebih lengkapnya beliau menambahkan lagi Perawinya, yaitu:

 

Dari Anas R.A. dari Nabi SAW: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri“. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”.

 

Akhirnya saya rela hati menerimanya, namun sebagai Muntarabbi yang kritis dan ingin tahu lebih banyak. Saya browsing via internet, dan kebiasaan terbesar dari tangan yang gatal ingin ngetik via dumay alias dunia maya..saya buka mister google. Akhirnya ketemu beberapa blog tentang tidak sehatnya minum sambil berdiri.

 

Dari segi kesehatan, Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

 

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana. sseperti penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karenaSusahkencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

 

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

 

Sfringer

 

Adapun Rasulullah SAW pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat ya…..

 

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

 

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

 

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

 

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung.Paradokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

 

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

 

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah R.A. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah SAW duduk sedemikian itu lalu berkata: “Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah SAW: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah SAW mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan(HR Bukhari).

 

Wallahu’alam Bisshawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s